Sabtu, 07 Februari 2015

Nature atau Nurture yang paling berpengaruh?

Nature atau Nurture, ini adalah pembahasan yang paing sering didebatkan oleh ahli psikologi diseluruh dunia sejak dulu. Banyak teori yang mendukung satu sama lain, tetapi juga banyak teori yang menyangkal nya juga. Sejarah pemikiran nature-or-nurture dimulai ketika Mark Twain mengatakan
: "Laporan-laporan kematian pemikiran itu sudah dibesar-besarkan". Jadi setiap kali didiskreditkan, muncul kembali ke permukaan dlam bentuk yang di modifikasi. Pertama, faktor-faktor selain genetika dan belajar ada faktor lain yang mempengaruhi perkembangan perilaku, seperti lingkungan, nutrisi, stres, dan stimulus indrawi juga terbukti berpengaruh. Hal ini yang membut konsep nurture berubah tidak hanya konsep belajar saja, tetapi juga faktor pengalaman. Akibatnya, ia mengubah dikotomi nature-or-nurture menjadi "faktor genetik atau pengalaman" yang seperti sekarang kita kenal.

Ada pendapat yang terdengar meyakinkan, karena pendapat ini adalah gabungan antara nature dan nurture bukan cuma salah satu diantaranya. Para ahli akhirnya berhenti bertanya tentang "apakah genetik atau pegalaman yang mempangaruhi perilaku", tetapi sekarang para ahli mulai bertanya "seberapa banyak sifat genetik, dan seberapa banyak sifat pengalamannya?".

Pinel berusaha menjawab pertanyaan ini, ia mengatakan tidak masuk akal kita berusaha memahami interaksi di antara dua faktor dengan menanyakan sumbangan masing-masing faktor mana yang lebih besar. Kita tidak pelu bertanya seberapa besar sumbangan air dn suhu dalam hal penguapan. Jadi, kita mestinya juga tidak menanyakan berapa banyak sumbangan faktor genetik dan pengalaman pada perkembangan perilaku. Jawabannya terletak pada pemahaman tentang sifat interaksinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar