Sabtu, 06 September 2014

Apa itu Psikologi? dan Sejarahnya gimana sih?

Sesuai dengan judulnya, Psikologi itu apa sih? banyak yang belum paham benar tentang ilmu yang satu ini, dan kebanyakan orang menganggap psikologi itu adalah ilmu yang bisa buat "baca orang", padahal kita orang-orang yang mempelajari psikologi tidak pernah di ajarkan untuk membaca orang. Buat apa baca baca orang?? :D secara singkatnya sebenarnya psikologi itu adalah cabang ilmu pengetahuan yang memusatkan pada ilmu kejiwaan. Tapi definisi dari psikologi tidak hanya itu, banyak definisi-definisi lain tentang psikologi menurut banyak ahli. contohnya :
  • Ernest Hilgert (1957) dalam buku nya Introduction of Psychology : "Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan lainnya".
  • George A. Muller (1974) dalam buku nya Psychology Communication : "Psikologi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan tingkah laku".
  • Clifford T. Morgan (1961) dalam buku nya Introduction to Psychology : "Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan"
 Dalam tiga definisi di atas tadi bisa kita ambil gambaran jelas bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku atau aktivitas, tetapi sebenarnya masih belum ada definisi jelas tentang cakupan psikologi, hal ini di karenakan luas nya cakupan psikologi, tidak percaya kalau psikologi luas? Psikologi itu ada di semua bidang pekerjaan lain, ada psikologi forensik, psikologi pendidikan, psikologi anak, psikologi klinis/abnormal, psikologi industri, psikologi organisasi, dan masih banyak lagi cakupan-cakupannya. Yang jelas Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan unsur-unsur kejiwaan.
Tapi kalau belum jelas kok psikologi bisa jadi ilmu sih? seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, psikologi itu ilmu yang mempelajari tingkah laku dan aktifitas manusia. bukannya tidak jelas, tetapi cakupan definisi nya terlalu luas. Tetapi psikologi itu tergolong ilmu karena telah memenuhi syarat-syarat yang bisa dogolongkan sebagai sebuah ilmu, para ahli menyatakan bahwa ada empat syarat bagaimana sesuatu bisa dikatan ilmu. yaitu mempunyai objek tertentu, mempunyai metode tertentu, sistematis, dan universal.

SEJARAH PSIKOLOGI

Zaman Yunani Kuno

Banyak ahli sejarah  berpendapat bahwa kelahiran ilmu pengetahuan dalam peradaban barat terjadi ketika bangsa Yunani menjadi pemikir pertama yang mengubah fokus penjelasan kausal dari Tuhan ke alam, atau ke lingkungan. Bangsa Yunani kuno menguraikan penjelasan mereka mengenai berbagai isu psikologis penting melalui beberapa katagori : (Naturalistik, Biologis, Matematis, Elektik, dan Humanistik), kelima katagori tersebut berupaya menemukan penjelasan kausal mengenai aktivitas manusia dengan menggunakan prinsip-prinsip pertama alam, atau setidaknya analogi yang di ambil oleh alam.

Orientasi Naturalistik. Semua penjelasan dalam interpretasi ini menggunakan lingkungan fisik, yang berada di luar diri manusia, untuk menemukan berbagai penyebab dalam prinsip-prinsip sumber kehidupan. Para filsuf mengajarkan bahwa kehidupan dan benda fisik tidak terpisahkan sehingga manusia sangat terikat dengan alam semesta. Oleh karena itu, prinsip fisik utama yang mengalirkan seluruh kehidupan harus dicari di alam semesta. Dengan demikian, orientasi naturalistik menganggap lingkungan memegang kunci dasar kehidupan.

Orientasi Biologis. Bila para filsuf dalam orientasi naturalistik mencari dasar kehidupan di dalam lingkungan eksternal, para filsuf biologis menekankan kondisi internal dan fisiologis manusia sebagai pemegang petunjuk bagi kehidupan. Orientasi biologis mengangkat posisi manusia di atas seluruh alam dengan menekankan formulasi prinsip-prinsip dasar yang diperlukan unbtuk menjelaskan aktivitas manusia.

Orientasi Matematis. Orientasi ini berlawanan dengan dua orientasi sebelumnya, orientasi matematis berupaya untuk mengekstrapolasi dari level material ke sebuah prinsip umum bagi seluruh kehidupan. Dengan mengajukan generalisasi yang tidak terdapat secara nyata dalam dunia fisik, namun digunakan untuk menjelaskan realitasi fisik, orientasi ini memanfaatkan keindahan aturan berbagai struktur matematis untuk menjelaskan kesatuan dunia.

Orientasi Elektik. Suatu kelompok yang disebut sofis memelopori terbentuknya orientasi ini, yang disebut elektik adalah karena tujuannya yang sederhana dan praktis. Sofis di zaman Yunani kuno adalah orang-orang terpelajar yang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain untuk memberikan kuliah dan menyebarkan kebijaksanaan kepada para pendengar yang ingin tahu dan mampu mengusahakannya. Menurut para Sofis, ilmu pengetahuan seseorang tergantung pada latar belakang pengalaman orang tersebut sehingga mencegah ditemukannya kebenaran objektif.

Orientasi Humanistik. Tujuan orientasi adalah untuk menunjukkan pencarian berbagai penjelasan tentang kehidupan dengan membedakan manusia dari bentuk kehidupan lainnya, maka di sebut sebagai Humanistik. Dalam kaitan ini, pendekatan humanistik menempatkan humanitas di tempat yang lebih tinggi dari pada bentuk kehidupan lainnya dan menekankan berbagai karaterisktik yang di anggap menjadikan manusia sebagai makhluk unik, seperti penalaran, bahasa, dan refleksi diri.

Abad Pertengahan

Kebudayaan Romawi mengadopsi filsafat Yunani klasik, namun mengembangkan perspektif Romawi yang unik, sebagaimana tercermin pada kaum Stoik dan Epikurean. Kaum Stoik memiliki pandangan konservatif tentang kemanuisaan yang di tentukan oleh takdir alam. Penyesuaian bagi manusia mencakup kerja sama dengan desain universal. Berlawanan dengan itu, bagi kaum Epikuren kebahagiaan hanya mencakup pencarian kenikmatan dan menghindari rasa sakit, maka kaum Epikuren adalah pencetus sifat Headonisme.

Berbagai ajaran Plato dihidupak kembali oleh Plotinus, dan mendominasi filsafat Romawi pada tahun-tahun awal kristenitas. Antusiasme misionari para penganut kristen dan efisiensi perdamaian pemerintahan romawi berperan dalam cepatnya penyebaran kristenitas. Ajaran-ajaran Yesus dan berbagai interpretasi pesan kristen berkembang dari basis Yahudi ke fondasi dalam filsafat Yunani. Selain para pendeta gereja terdahulu, Agustinus berhasil memasukkan ajaran Plantonik dalam teologi Kristen.

Dengan jatuhnya ke kaisaran barat, kehidupan intelektual di Barat mengalami kemandekkan dan hanya gerakan monastik yang dapat menyelamatkan sedikit wujud peradaban Yunani dan Romawi. Kepausan memiliki peran utama tidak hanya dalam bidang spritual, namun juga pemerintahan sipil, yang mencapai puncaknya dalam seruan untuk melakuakn perang salib. Meskipun demikian, pada perang salib, Eropa relatif dalam kedamaian dan kehidupan intelektual mulai berputar. keterpaparan dengan warisan kebudayaan Islam menghidupakn kembali minat Eropa terhadap karya-karya besar peradaban kuno, dan kebangkitan intelektual besar-besaran segera menggoncang Eropa keluar dari titik nadir intelektual dari feodalisme.


Lahirnya Psikologi Modern

Di perempat akhir abad ke -19, ilmu pengetahuan di Eropa telah mencapai prestise sebagai bentuk optimal aktivitas yang di akui secara luas. Seiring waktu psikologi dan wilayah agama dan filsafat mulai terpisah, dominasi penelitian ilmiah di abad ke 19 menjadi sangat penting. secara spesifik, jika psikologi mewujud sebagai sekumpulan pengethauan yang berasal dari sumber-sumber otoritatif selain keyakinan religius, maka ilmu pengetahuan menawarkan jalan yang paling menjanjikan.

ERA WILHELM WUNDT

Psikologi merupakan studi analisis tentang generalisasi pikiran manusia dewasa melalui metode intropeksi. Pendekatan ini berasal dari Wilhelm Wundt dan dipelopori oleh murid Amerika nya Edward Bradford Titchner.

Wilhelm Wundt (1832-1920) lahir di provinsi Baden di barat daya Jerman, anak seorang pastor Lutheran. Di masa kanak-kanak dan remajanya, ia harus mengikuti jadwal belajar yang ketat, dengan hanya sedikit waktu untuk bermain atau bersantai. Pola asuh seperti itu lah yang membuat Wundt menjadi anak yang agak kaku, yang sepenuhnya berkomitmen pada upya-upaya intelektual secara sistematis dan produktif.

Wundt tertarik pada psikologi setelah memperoleh basis kuat dalam bidang fisiologi. Sebagai hasilnya, ia mentrasfer pemahamannya tentang ilmu pengetahuan dan khsususnya dalam metode eksperimental ke minat baru nya itu. Pada tahun 1873 dan 1874 ia mempublikasikan usulan sistematisnya bagi lahirnya disiplin baru, yakni Grundzuge der Phsysiologischen Psychologie (prinsip-prinsip psikologi fisiologis). Edisi ini berlanjut selama masa hidup Wundt, ia berupaya mengembangkan psikologi menjadi ilmu pengetahuan. Karena itu Wundt di juluki Bapak Psikologi.

Wundt membayangkan suatu tipe psikologi etnik di mana studi ilmiah tentang karateristik manusia dapat mengungkap proses-proses mental yang lebih tinggi melalui pendekatan antropologis, yang berkaitan dengan bidang psikologi anak dan hewan.

Wundt mendirikan laboratorium di Leipzig pada tahun 1879, yang dapat di anggap sebagai laboratorium pertama yang secara khusus didedikasikan bagi penelitian psikologi. Sayangnya laboratorium ini hancur karena perang.

PSIKOANALISIS

Pendiri dari teori psikoanalisis ini adalah Sigmund Freud (baca : sigmun froit), dia adalah tokoh paling terkenal di abad terakhir. Di sisi lain, gerakan psikoanalitis tidak banyak memiliki kesamaan dengan berbgai pandangan psikologi lainnya. Psikoanalisis jelas terkait dengan tradisi Jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis, dan bergerak dengan sendirinya.

Terlepas dari kemasyhurannya sebagai pendiri gerakan psikoanalisis dalam psikologi modern, Freud juga dikenang atas kepeloporannya memperbaiki penanganan abnormalitas mental dan perilaku. Ia berperan penting terkait diakuinya psikiatri sebagai cabang ilmu kedokteran yang secara khusus menangani psikopatologi. Penanganan penderita penyakit mental bukan bagian yang baik dalam peradaban barat. Telah dinyatakan bahwa perilaku abnormal sering kali dicampur adukkan dengan tindak kejahatan serta penyimpangan dan pengkhianatan. Bahkan dalam periode pencerahan zaman Renaisans di Eropa, penyiksaan dan kekejaman inkuisisi langsung diadaptasi untuk menangani apa yang sekarang kita anggap sebagai penyakit mental.

Sigmund Freud (1856-1939) lahir pada yanggan 6 mei di Freiberg, Moravia, yang pada saat itu merupakan provinsi di bagian utara kekaisaran Austro-Hongaria dan sekarang adalah wilayah Republik Ceska. Ayahnya adalah pedagang wol yang relatif miskin dan kurang berhasil. Ketika bisnisnya mengalami kegagalan, ayah Freud beserta istri dan anak-anak nya pindah ke Leipzig dan kemudian ke Wina ketika Freud berusia empat tahun. Freud tetap tinggal di Wina sampai akhir hayat nya.

Freud masuk universitas Wina tahun 1873 di usia nya yang ke 17 tahun. Karena minatnya dalam berbagai bidang dan proyek-proyek penelitian spesifik, diperlukan waktu delapan tahun bagi Freud untuk menyelesaikan pendidikan kedokterannya yang normalnya hanya enam tahun. Freud menangani pasien-pasien yang mengalami masalah anatomis dan organis sistem saraf. Tidak lama setelah membuka praktik pribadi, ia berteman akrab dengan Josef Breuer seorang dokter umum yang terkenal di daerah tersebut karena berbbagai studinya tentang respirasi. Mereka mulai kerja sama menangani beberapa pasien dengan gangguan saraf, terutama kasus Anna O. yang terkenal, seorang perempuan muda cerdas yang mengalami sintom-sintom histerikal yang parah dan menyebar. Dalam penggunaan hipnosis untuk menangani Anna O. Breuer mengamati bahwa pengalaman-pengalaman tertentu muncul dalam hipnosis yang tidak dapat diingat oleh pasien dalam keadaan sadar. Simtom-simtom yang dialaminya tampaknya hilang setelah menceritakan pengalaman-pengalaman tersebut dalam kondisi terhipnotis. Breuer menangani Anna O. setiap hari selama lebih dari setagun, dan mulai yakin bahwa "penyembuhan bicara" atau "katarsis", yang mencakup diskusi tentang berbagai kenangan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan yang terungkap di bawah hipnosis, merupakan cara efektif untuk menghilangkan sintom-sintom nya. Sayangnya istri dari Breuer cemburu dengan hubungan suaminya dan Anna O. maka dengan terpaksa Breuer menghentikan penyembuhan Anna O.

Pandangan-pandangan Freud terus berkembang selama karirnya yang panjang. Freud mengemukakan tiga struktur yang di yakini nya terbentuk secara mendasar pada usia tujuh tahun. Strujtur ini dapat di tampilkan secara diagramatik dalam kaitan dengan aksesbilitasnya bagi kesadaran atau individu. Tiga struktur itu adalah : Id, Ego, dan Superego.

Id adalah struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak bisa di akses. Sebagaimana dijelaskan oleh Freud, id merupakan libido murni, atau energi psikis yang bersifat irasional dan berkarakter seksual, yang secara instingual menentukan proses-proses tanpa sadar. Id tidak memiliki kontak dengan lingkungan, tetapi berhubungan dengan struktur kepribadian lainnya yang pada akhirnya harus di memediasi antara insting id dan dunia luar. Bebas dan realitas dan konvensi sosial, id di tuntun oleh prinsip kenikmatan, secara langsung mapun tidak langsung.

Ego sering kali disebut "pengatur" kepribadian karena perannya dalam menyalurkan energi-energi id ke saluran yang dapat diterima secara sosial. Ego berkembang antara usia 1 dan 2 tahun saat si anak pertama kali menghadapi lingkungan. Ego di atur oleh prinsip realitias, ego sadar akan tuntutan lingkungan dan menyesuaikan perilaku sehingga tekanan-tekanan instingual id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.

Superego merupakan penanaman stadar moral yang diterima ego dari suatu agen otoritas di lingkungan biasanya merupakan asimilasi pandangan-pandangan orangtua. Baik aspek positif maupun negatif dari standar perilaku ini tercermin dalam superego. Superego dan id berkonflik langsung dalam pemenuhan ambisi dan hasrat diri, dan ego lah yang jadi penengahnya.


BEHAVIORISME


Gerakan ini secara formal di awali oleh seorang psikolog Amerika, John Broadus Watsons (1878-1958), dalam sebuah makalah terkenal, "psychology as the Behaviorist Views It", dipublikasikan pada tahun 1913. Watson mengusulkan peralihan radikal dan formulasi-formulasi psikologi yang ada saat itu dengan menyatakan bahwa arah perkembangan psikologi yang benar bukanlah tentang kondisi mental kesadaran nonfisik sebagai suatu masalah semu bagi ilmu pengetahuan. Watson menyatakan bahwa perilaku subjek ini sendiri pantas untuk dipelajari, bukan karena perilaku tersebut mencerimkan kondisi kessadaran, watson tidak menulis sesuatu yang benar-benar original.

Perubahan dari kesadaran ke perilaku sebagai wilayah psikologi yang tepat mendapatkan dukungan yang lebih langsung dari gerakan evolusioner pada abad ke - 19. Secara khusus, berbagai observasi Darwin yang sangat teliti yang mendukung prinsip-prionsip evolusi melalui seleksi alam menggarisbawahi pentingnya nilai adaptif perilaku. 

Penelitian pertama Watson adalah tentang pembelajaran teka-teki ruang sekat sangat bergantung pada praktik-praktik metodologis fisiologi, termasuk penggunaan tikus percobaan. Watson belajar fisiologi dibawah bimbingan H. H. Donaldson dan Jacques Loeb. Pandangan-pandangan Watsons berpusat pada premis bahwa wilayah psikologi adalah perilaku, yang diukur sebagai stimulus-stimulus dan respons sejalan dengan itu, psikologi berurusan dengan elemen-elemen periferal stimulus dan respons yang menggerakkan makhluk hidup. setiap respons ditentukan oleh stimulus, sehingga perilaku dapat dianalisis secara lengkap melalui hubungan kausal antara elemen-elemen stimulus dan respons.

PSIKOLOGI MASA KINI

Tren saat ini dalam psikologi ditunjukkan oleh berbagai perkembangan representatif dalam bidang pembelajaran, motivasi, dan memori, persepsi, perkembangan, psikologi sosial, dan kepribadian. Selain itu, sejak akhir abad ke 19, ketika berhubungan dengan barat menjadi rutin, psikologi relatif berhasil di Asia, Memang, kita dapat menunjuk Jepang sebagai pemimpin masa kini dalam penelitian psikologi di semua bidang, menyaingi produktivitas Amerika serikat dan Eropa.

Di semua bidang kita melihat peralihan nyata dari kesetiaan pada sistem-sistem psikologi menuju kebergantungan lebih besar pada pengumpulan data dari pendekatan empiris terhadap isu-isu psikologis. Secara umum, psikologi diarahkan oleh gerakan yang paling tepat disebut sebagai elektik. Meskipun lahir berbagai model yang mengintegrasikan beragam data, terutama dalam bidang pembelajaran dan psikologi perkembangan, bidang-bidang lain dalam psikologi kontemporer tetap pada tingkat empiris tanpa terlihat ada nya pandangan-pandangan teoristis yang diterima secara universal. Kondisi semacam itu menguntungkan karena empirisisme memberikan kerangka studi terbuka bagi psikologi. Meskipun demikian, empirisisme, terutama bila dinyatakan sebagai metode eksperimental, juga mengandung asumsi-asumsi yang pada akhirnya mengikat psikologi pada pendekatan ilmu pengetahuan alam, dan mengabaikan metode-metode penelitian lainnya.



Sekian dari penulis, jika ada kesalahan penulisan atau informasi silahkan comment :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar