Minggu, 14 September 2014

Apa Itu Skizofrenia ?

Gangguan Skizofrenia / Skizofrenik

Apasih Sebenarnya Skizofrenia itu ?

Skizofrenia adalah salah satu bentuk perilaku abnormal berat yang mencakup apa yang bagi orang awam sebut sebagai "kegilaan". Para penderita skizofrenia memperlihatkan banyak sekali jenis simtom psikotik yang berbeda, yang sebenarnya mengindikasikan bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan kenyataan. Mereka yang mengidap skizofrenik sangat mungkin mendengar suara-suara yang tidak ada atau membuat komentar yang sulit dipahami oleh kita semua. Perilaku mereka yang seperti ini mungkin dipengaruhi oleh ide dan keyakinan yang absurd. Contohnya, seseorang yankin bahwa dirinya telah diculik oleh makhluk luar angkasa dan pikirannya telah di kontrol oleh mereka dari planet lain. Sebenarnya sebagian penderita skizofrenia sembuh dengan cepat, tetapi sebagian lainnya bisa memburuk secara progresif setelah onset awal sintom. Menurut Andreasen pada tahun 2001, skizofren bisa disebut dengan "banyak wajah yang berbeda". hal ini dikarenakan simtom dan hasil yang diperlihatkan oleh para pasiennya sangat beragam, banyak klinisi yang percaya bahwa skizofrenia mungkin sebenarnya mencakup beberapa bentuk gangguan yang memiliki banyak penyebab berbeda.

Simtom Skizofrenia mempresentasikan suatu jenis masalah yang berbeda. Jauh lebih sulit bagi kita untuk memahami ketika seseorang mendengar suara0suara yang tidak atau mengucapkan kalimat tanpa makna. Simtom ini berasal dari kerusakan fundamental dalam fungsi kognitif dasar yang mengatur cara orang memersepsikan tentang dunia sosial. Simtom yang paling sering ditemui dalam skizofrenia adalah mencakup perubahan dalam cara orang berpikir, merasakan, dan berhubungan dengan orang lain dan dunia luar. Semua simtopm skizofrenia juga dapat dikaitkan dengan kondisi psikologis dan medis lain. Skizofrenia secara resmi ditentukan oleh berbagai kombinasi simtom psikotik tanpa
ada nya bentuk gangguan lain, seperti gangguan suasana perasaan, ketergantungan subtansi, delirium, ataupun demensia (hal ini akan dibahas di post selanjutnya).

Menurut Bowie, SKizofrenia adalah suatu gangguan yang sangat merusak pasien dan keluarga. Gangguan ini dapat mendisrupsi banyak aspek kehidupan orang yang bersangkutan. Bagi orang yang menderita skizofrenia, ia sering kali memilki dapat yang dramatik dan abadi pada kualitas hidup mereka, baik dalam kaitannya dengan kepuasan subjektif maupun dengan kemampuan mereka untuk menyelesaikan pendidikan, pekerjaan, dan mengembangkan hubungan sosial mereka sendiri. Karena tekanan seperti itu 10 persen pasien skizofrenia akhirnya bunuh diri (Heisel, 2008). Bagi keluarga hal ini juga terasa sangat merusak hidup mereka, dengan kenyataan memiliki anggota keluarga yang memilki gangguan yang sangat berat dan hal ini akan mengubah hidup mereka selama-lama nya. Selain itu biaya proses penyembuhan yang tidak sedikit menjadi kendala, karena penyakit ini tidak dapat sembuh sepenuhnya, banyak keluarga yang akhirnya menjadi tuna wisma. Di Amerika serikat saja biaya finansial terhadap penyembuhan skizofrenia telah menelan sebanyak 63 miliar dolar pada tahun 2002.

Simtom - SImtom Skizofrenia

SImtom skizofrenia dibagi menjadi tiga dimensi (menurut DSM-IV-TR) : simtom positif, simtom negatif, dan disorganisasi. Lalu apa aja beda nya? hal ini adalah kriteria yang bisa kita jadikan acuan untuk melihat seseorang sebagai penderita skizofrenia atau gangguan depresi berat lainnya.

SImtom Positif

Istilah positif ini tidak sama sekai menyiratkan bahwa simtom ini menguntungkan atau bersifat adaptif, hal ini menunjukkan bahwa mereka  ditandai oleh adanya respons yang menyimpang.

Halusinasi. Pancaindra kita memberi kita informasi dasar yang vital bagi gagasan kita tentang siapa diri kita, apa yang sedang kita lakukan, dan apa yang dipikirkan orang lain tentang kita. Banyak orang penderita skizofrenia mengalami perubahan yang membingungkan dan sering kali menakutkan dalam persepsi mereka. Yang paling sering dirasakan oleh penderita skizofrenia adalah halusinasi dengan sifat auditorik. Banyak pasien yang mendengar suara mengomentari perilaku mereka atau memberikan perintah. Kebanyakan pasien menganggap hal itu menakutkan, karena itu mereka sering kali berprilaku menyendiri. Tetapi banyak juga yang menganggap halusinasi tersebut bersifat menyenangkan dan menenangkan.

Pernahkah kamu menengok karena merasa seseorang memanggil nama anda di jalan, tetapi kemudian kamu tidak bisa menemukan siapapun disana? Kamu  mungkin menganggapnya sebagai "sekedar imajinasi". Sebaliknya halusinasi yang diderita oleh paisen skizofrenia sangat terasa nyata bagi mereka, walaupun tidak didasari oleh kenyataan. Pasien yang mengalami halusinasi auditorik bisa mendengar suara-suara tersebut selama berhari-hari secara terus menerus.

Keyakinan Delusional. Banyak pasien skizofrenik mengekspresikan delusi, atau kepercayaan aneh yang diyakini secara kaku meskipun tidak masuk akal. Delusi kadang-kadang didefiniskan sebagai keyakinan keliru yang didasari pada interfensi yang salah tentang kenyataan. Dalam kasus paling berat, pasien delusional mengeskpresikan dan membela dengan keyakinan penuh apa yang ia percayai, baklan ketika disodori bukti-bukti yang kontradiktif. Terakhir, pasien delusional mungkin tidak mampu mempertimbangkan perspektif orang lain tentang keyakinan mereka.

Meskipun keyakinan delusional dapat memiliki banyak bentuk, mereka biasanya bersifat pribadi. Keyakinan itu tidak sama dengan keyakinan anggota keluarga atau kelompok budaya orang itu. Delusi yang lazim termasuk keyakinan bahwa pikiran dimasukkan ke dalam kepala pasien, bahwa orang lain membaca pikiran pasien, atau bahwa pasien dikendalikan oleh kekuatan luar yang misterius. Banyak delusi memfokuskan pada isi grandiose (muluk-muluk) atau paranoid. Contohnya, seseorang yakin bahwa ayahnya adalah penguasa alam semesta.

Simtom Negatif

Simtom negatif skizofrenia didefinisikan dalam kaitannya dengan respons atau fungsi yang tampaknya hilang dari perilaku orang itu. Dalam pengertian itu, mereka mungkin awalnya lebih subtil atau sulit dikenali dibanding simtom positif gangguan ini. Simtom negatif cenderung lebih stabil dari waktu ke waktu dibanding simtom positif, yang tingkat keparahannya berfluktuasi saat orang itu keluar-masuk fase-fase aktif psikosis.

Gangguan Afektif dan Emosional. salah satu simtom paling lazim sizofrenia melibatkan pendatara atau pembatasan ekspresi nonverbal dari respons emosional orang yang bersangkutan. Simtom ini, yang disebut blunted affect (afek tumpul, atau affective flattening (pendataran afektif), jelas ada dalam beberapa kasus seseorang yang afeknya tumpul sehingga tidak dapat memperlihatkan tanda-tanda emosi atau perasaan. Mereka tidak merasa senang atau suah, dan mereka tampak apatis dan tanpa ekspresi. Suara mereka tidak memilki fluktuasi-fluktuasi tipikal dalam volume dan tinggi-rendah, yang digunakan oleh orang lain untuk menandai perubahan-perubahan dalam suasana perasaan mereka.

Sebuah tipe defisit emosional lain disebut anhedonia, yang mengacu pada ketidakmampuan untuk mengalami kesenangan. Sementara itu, afek tumpul mengacu pada tidak adanya ekspresi keluar, anhedonia mengacu pada tidak adanya perasaan subjektif positif. Orang yang mengalami anhedonia biasanya kehilangan minat pada kegiatan relaksional dan hubungan sosial yang tidak mereka anggap menyenangkan. Mereka juga kehilangan rasa senang dari sensasi-sensasi fisik seperti rasa dan sentuhan.

Apati, Avolisi, dan Alogia. Salah satu aspek yang paling penting dan benar-benar melemahkan dari skizofrenia adalah malfungsi hunungan interpersonal. Banyak penderita skizofrenia menajdi menarik diri secara sosial. Menarik diri secara sosial tampaknya merupakan salah satu simtom gangguan dan sekaligus strategi yang diterapkan secara aktif oleh sebagian pasien untuk mengatasi simtom mereka yang lainnya. Contohnya, mereka berusaha menimalkan interaksi dengan orang lain untuk mengurangi tingkat stimulasi yang dapat memeperburuk disorganisasi perseptual dan kognitif.

Perilaku menarik diri yang terlihat di antar yang terlihat di antara banyak skizofrenia disertai oleh ketidakmampuan untuk memutuskan, ambivalensi, dan hilangnya kemauan. Simtom ini dikenal sebagai avolition (tidak adanya kemauan). Seseorang yang menderita avolisi menjadi apatis dan berhenti berusaha mencapai tujuan pribadi atau untuk menjalankan fungsinya secara mandiri. Ia mungkin duduk malas di kursi sepanjang hari, tidak keramas atau menyisir rambutnya selama berminggu-minggu.

Simtom negatif lainnya melibatkan bentuk gangguan pembicaraan yang disebut alogia, yang mengacu pada memiskinnya pikiran. Diterjamahkan secara harfiah, alogia berarti "Keadaan tanpa bicara". Dalam salah satu bentuk alogia ada yang dikenal sebagai poverty of speech (miskin pembicaraan), pasien memperlihatkan penurunan yang nyata pada jumlah pembicaraan . Mereka benar-benar tidak memilki apa pun untuk dikatakan, dengan kata lain rentetan pembicaraan pasien terputus sebelum sebuah pikiran atau ide terselesaikan di otak.

Disorganisasi

Sebagian simtom skizofrenia tidak dapay dimasukkan ke dalam tipe positif atau negatif. Gangguan berpikir atau perilaku aneh ini adalah simtom dimensi yang ketiga, yang kadang-kadang disebut sebagai disorganisasi (Rietkerk, 2000).

Gangguan Berpikir. Satu set simtom skizofrenik yang dikenal sebagai disorganized speech (pembicaraan yang terdiorganisasi) melibatkan kecenderungan sebagian pasien untuk mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal. Tanda-tanda pembicaraan yang terdisorganisasi adalah memberikan jawaban yang tidak relevan terhadap pertanyaan, mengekspresikan ide yang tidak saling berkaitan, dan menggunakan kata kata dengan cara yang aneh. Simtom ini jyga disebut dengan thought disorder, karena klinisis mengamsusikan bahwa ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara sukses merefleksikan suatu gangguan dalam pola pikiran yangmengatur wacana verbal.

Beberapa tipe disrupsi komunikasi memberikan kontribusi pada judgment klinis tentang pembicaraan yang terdisorganisasi. Fitur-situr yag lazim dalam pembicaraan yang terdisorganisasi pada skizofrenia termasuk perubahan topik yang terlalu tiba-tiba, yang disebut dengan loose associations atau derailment, menjawab pertanyaan dengan repons yang tidak relevan yang disebut tangentiality , atau mengulang-ulang secara persisten kata atau frasa yang sama yang disebut dengan perseveration.

Perilaku Aneh. Pasien-pasien skizofrenik mungkin memperlihatkan berbagai bentuk perilaku motorik yang aneh. Contohnya, sebagian pasien terlibat gerakan mondar-mandir tanpa tujuan, atau menggosok gosokan kedua telapak tangannya dalam pola khusus selama berjam-jam. Banyak pasien katatonik memperlihatkan penrunan gerakan spontan atau gerakan spontan yang ganjil. Dalam bentuk yang lebih ekstreem, pasien mungkin diam dalam postur yang tidak biasa atau tetap dalam posisi berdiri atau duduk kaku dalam jangka waktu. Contohnya, sebagian pasien terbaring telentang dalam posisi kaku dengan kepalanya sedikit terangkat dari lantai seakan-akan sedang menggunakan bantal. Pasien katatonik biasanya menolak upaya untuk mengubah posisi mereka, meskipun mempertahankan postur anehnya secara normal sangat tidak nyaman atau menyakitkan. Postur katatonik sering dikatkan dengan stuporous state (keadaan stupor), atau responsivitas yang secara umum berkurang. Orang itu tampak tidak menyadari tentang sekitarnya.

Penyebab

Setelah kita membahas pengertian skizofrenia, dan karateristiknya. Pasti kalian ingin tahu kenapa gangguan seperti skizofrenia ini bisa dialami oleh sebagian orang, atau mungkin dengan kita sendiri.

Faktor Biologis

Faktor biologis dalam hal ini adalah hal yang pertama kali dipikirkan oleh para ahli untuk menentukan apakah penyebab dari skizofrenia ini. Yang termasuk faktor bilogis adalah :
  • Genetika atau keturunan. Keturunan pengidap skizofrenia mempunyai resiko untuk mengidap gangguan ini juga, hal ini berdasarkan studi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
  • Studi Keluarga , hal ini juga termasuk dalam genetika. Tingkat kesamaan genetik antar penderinta skizofrenia dan orang lain, maka akan semakin besar pula kemungkinan ia terkena gangguan ini.
  • Neuropatologi, kemungkinan orang mengidap skizofrenia adalah besar ketika orang tersebut mengalami disfungsi struktur otak. Para ahli telah meneliti bahwa sturuktur otak penderita skizofrenia dan yang tidak menderita berbeda, penderita skizofrenia mempunyai bagian-bagian otak yang tidak lazim.
  • Neurokimia, hal ini melibatkan komunikasi kimiawin di antara neuron-neuron dalam sirkuit otak tertentu.

Faktor Sosial

Hanya ada sedikit pertanyaan bahwa faktor biologis memainkan peran penting dalam etilogi skizofrenia, tetapi studi-studi kembar juga memberikan bukti-bukti yang kuat untuk pentingnya peristiwa lingkungan.

Kelas Sosial. Salah satu indikator umum status seseorang dalam hirarki prestise dan pengaruh di masyarakat adalah kelas sosial. Telah ada penelitian di Chicago 50 tahun yang lalu, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian penderita skizofrenia adalah masyarakat kelas bawah, karena masyarakat kelas bawah punya setidaknya 50 persen masalah lebih banyak dari pada masyarakat kelas atas.

Studi Migran. Tingkat gangguan skizofrenia juga ditemukan cukup tinggi pada orang-orang yang baru pindah ke negara baru. Penelitian ini dilakukan pada orang yang pindah ke tanah Inggris dari Jamaika, Barbados, dan Trinidad. Resiko skizofrenia orang itulebih tinggi dari orang yang kelahiran Inggris asli. Hal ini disebabkan seringnya orang-orang migran terpapar diskriminasi dan kemalangan sosial lainnya.

Faktor Psikologis

Emosi yang Diekspresikan. Maksud dari itu adalah, emosi yang terlalu di ekspresikan akan membuat tekanan semakin besar terhadap seseorang. Banyak anggota keluarga yang mengekspresikan permusuhan terhadap seseorang atau berulang kali mengkritik prilaku nya. Ada juga anggota keluarga yang overprotektif dengan seseorang. Dalam asesmen emosi yang diekspresikan, dalam hal ini keluarga terlalu jauh terlibat secara emosional. Hal ini buruk bagi orang-orang yang mempunyai kecenderungan mengidap skizofrenia.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar