Somatoform Disorder
Ini adalah kemungkinan pertama kenapa kalian mengalami hal-hal tersebut. Gangguan somatoform melibatkan keluhan tentang simtom fisik padahal tidak ada yang diketahui salah secara fisik pada diri kita. Padahal tidak ada yang salah dengan fisiknya, tetapi hal ini juga tidak dibuat-buat. Terus kok bisa tiba-tiba sakit? Masalahnya ada di pikirannya, pikirannya sangat meyakini bahwa penyakit yang dideritanya itu karena ada nya gangguan pada fisik, maka fisiknya juga terasa sangat lemah.
Penyakit fisiknya bisa macam-macam tergantung situasi. Dalam beberapa kasus, efeknya melibatkan sistem indra dan pencernaan. Seperti nyeri, pusing, perut sakit atau perih. Dalam kasus yang ekstrem, dia melaporkan bahwa dia tidak bisa melihat atau tangannya serasa lemah lumpuh. Seseorang yang terkena somatoform disorder kemungkinan akan khawatir secara terus menerus bahwa ia telah tertular penyakit serius misalnya tetanus. Karena gangguan ini biasanya orang menderita gangguan ini tidak ke psikolog atau professional kesehatan mental, tapi ke dokter untuk konsul dengan masalah fisik ini. Hasilnya? dokter tidak akan menemukan apapun yang salah pastinya.Malingering
Yang satu ini sepertinya kita semua pernah merasakannya. Malingering dalam bahasa sehari-hari nya bisa disebut juga "pura-pura sakit", naaah kita pasti pernah merasakannya saat sekolah atau bekerja. Malingering adalah pura-pura memilki penyakit fisik untuk mencapai keuntungan eksternal tertentu, seperti terhindarnya dari ujian atau mendapat uang klaim asuransi.
Hal ini juga harus dibedakan dengan somatoform disorder. Somatoform disorder bukan pura-pura sakit tetapi ia merasakan sakit tetapi tanpa adanya penyebab fisik, sakitnya ada di keyakinan bahwa ia sakit fisik. Kalau malingering, pura-pura sakit karena ingin mendapatkan keuntungan. Seperti para koruptor yang tiba-tiba sakit saat mau disidang, kemungkinan ia mengalami malingering.
Fictitious Disorder
Wah apa lagi nih? Fictitious Disorder itu hampir sama dengan malingering, sama-sama pura-pura sakit, tapi cara nya yang berbeda. Kalau malingering bisa dengan hanya memberikan surat keterangan sakit palsu atau berpura-pura lemas dan pucat. Kalau fictitious disorder berpura-pura sakit atau lebih tepat kalau dibilang "membuat dirinya sakit".
Membuat dirinya sakit? Caranya? mereka berupaya untuk membuat sakit terlihat sangat nyata, maka salah satu caranya dengan minum obat-obatan untuk menghasilkan denyut nadi atau jantung cepat atau dalam kondisi yang ekstrem bisa dengan mengiris lengan agar terlihat seperti luka jatuh atau perampokan. Mereka melakukannya bukan untuk mendapatkan keuntungan eksternal, melainkan untuk mendapatkan perhatian lebih. Entah dari keluarga, kenalan, atau tenaga medis profesional. Baron Karl Friedrich Hieronymus Munchausen seorang penulis di abad ke 18 mengalami fictitious disorder karena ingin menambahkan detil-detil dalam kehidupannya.
Pura pura ganteng
BalasHapus